Oleh: Dominggus Elcid Li* Entah apa yang ada di benak anda ketika membaca berita dari jauh atau bahkan mengalami langsung situasi ibukota dalam beberapa hari terakhir, sebagai target eskalasi politik elit dalam beberapa bulan terakhir dari proses pemilihan presiden? Kejadian-kejadian ini nyaris tidak mungkin dimengerti tanpa mempunyai cerita dasar tentang pertikaian para tentara di era …
Para Aktivis dan Demokrasi 2019
Oleh: Dominggus Elcid Li Tulisan ini tidak membahas tentang Pilpres. Tulisan ini tentang kawan-kawan, para sahabat yang memilih berjuang untuk masuk dalam partai politik dan berusaha untuk terpilih dalam Pemilu 2019. Meskipun kadang saya merasa diteror dengan foto-foto para caleg yang dipasang di tiap pertigaan, perempatan dan bahkan di dapur, tetapi, konon kita perlu berusaha …
Pilkada NTT dan Politik Mamalia
Jonatan A. Lassa* NTT krisis kepemimpinan publik! Begitu banyak pejabat, begitu sedikit pemimpin. Energi kita habis membahas ritus-ritus politik berbiaya mahal. Kepejabatan dianggap lebih penting dari kepemimpinan. Beberapa intelektual Republik maupun NTT bertanya: mengapa skala ekonomi Pilkada NTT yang menyentuh Rp. 0.5 triliun (Rp. 500an milyar) hanya sekedar menghasilkan pejabat publik tanpa kepemimpinan publik soal …
Potensi diskursif presiden: Sepeda dan Buku
Mengapa bukan buku tapi sepeda? Tanya Rocky Gerung! Dalam logika politik kawanan Indonesia yang semakin Boolean, yang diframing "salah-benar", binari hitam-putih, 0-1, "kita-mereka", maka berpendapat tegas di ruang publik selalu dikotak-kotakan dalam 'pro dan anti' kelompok/pihak yang dikritik. Karena itu, kritik Gerung pada Presiden Jokowi pun ditanggapi beragam dalam nuansa binaris, salah-benar dan Sono versus …
Continue reading "Potensi diskursif presiden: Sepeda dan Buku"
Orang Muda Dalam Jebakan Manusia Dimensi Satu
“Hidup itu sebuah perubahan yang tak terelakan dari muda menuju tua. Masalahnya yang tua menjadi terlalu bijak, makin hati-hati, karenanya, hidup harus terus diulang dan diulangi lagi dalam hidup mereka yang muda, bila kemajuan mau dikejar. Orang muda memang tak tau banyak hal, cenderung latah dan tidak bijaksana. Karenanya, mereka mencoba yang tidak mungkin. Dan …
Continue reading "Orang Muda Dalam Jebakan Manusia Dimensi Satu"
Retaknya ke-Alor-an
Divided Society - copied from sscm.ac.uk Jonatan A Lassa [Pos Kupang 24 Mei 2006] ALOR, kemajemukan dan pluralitas adalah realitas sosial yang sudah berusia tua. Dari sisi kemajemukan bahasa, pluralisme keagamaan, Alor punya romantisme tersendiri seperti pela-gandong di Maluku. Ke-Alor-an perlahan tercabik. Visi kebersamaan Alor-Pantar hilang karena kepentingan-kepentingan sesaat. Konon, sering dikisahkan pluralisme sang Raja …
Negeri Krisis Pemimpin
Setelah otonomi kebodohan tumbuh satu-satu lama-lama jadi hutan ke laut mengalir bagai banjir bandang ke daratan kebodohan itu kembali seperti tsunami kebodohan menjadi lumrah Negeriku darurat epidemik tuna pikir napsu penguasa makin besar makin birahi korupsi makin birahi proyek raksasa naiknya pendapatan hasil reformasi pajak (mau) digunakan untuk patung dan jembatan megah proyek tanpa visi …
