Panggung Para Penipu

Oleh: Dominggus Elcid Li Natal kelabu hampir tiba tahun ini. Bunyi petasan yang dibeli dan dimainkan sendiri oleh para penjualnya menandai penuhnya tempat tidur sekian rumah sakit di Kupang akibat angka penderita COVID-19 yang butuh dirawat semakin merangkak naik. Sementara itu menjelang akhir tahun para birokrat sibuk menghabiskan anggaran, sedangkan COVID-19 dianggap bisa ‘sembuh sendiri’ …

PoliTikus Sebagai Beban Dalam COVID-19?

Jika hari-hari ini ada ide untuk mempekerjakan preman untuk mengawasi orang di pasar agar tertib menggunakan masker, maka ide ini seharusnya digunakan untuk para elit juga. Seandainya ada yang mengawasi agar mereka tertib berpikir, tentu kita bisa mencapai sesuatu. Tetapi mekanisme kritis semacam itu ditutup total, sehingga kita seolah tidak punya jalan keluar.

Membangun Aristektur Kelembagaan Penanganan COVID-19 Yang Operasional, Padu, Efektif dan Berkeadilan

Oleh Jonatan A. Lassa Kita berhadapan dengan sebuah fenomena yang penuh dengan ketidakpastian dan kompleksitas yang tidak gampang diurai ditengah pandemik. Berharap apalagi mengkaim mampu memahami seluruh kompleksitas persoalan COVID-19 mungkin sebuah mitos karena dinamikanya sulit di kendalikan. Namun atas nama krisis dan urgensitas solusi kebijakan publik tidak bisa begitu saja didasarkan pada cara pandang …

Manusia Tuna Budi dan Pandemi: Kematian Kolektif Prosedural

Oleh: Dominggus Elcid Li Birokrasi negara adalah salah satu pilar utama yang menjamin keberlangsungan negara. Hidup matinya negara, atau mundurnya sebuah negara terbaca jelas melalui kondisi mental para birokratnya, maupun kemampuan sistem yang dibangun untuk menjawab kebutuhan warga negara dalam sekian dimensi, dan diuji terutama pada saat krisis. Birokrasi yang tidak menjawab kebutuhan di saat …

New Normal, Sindrom 72 M, dan Bahasa Rejim

Oleh: Dominggus Elcid Li* Ketika rakyat berharap ada langkah terobosan yang dilakukan pemerintah dalam menanggulangi krisis yang mulai terasa dalam menghadapi pandemi Covid-19, hal pertama yang diberikan oleh pemerintah adalah memberikan jargon baru: New Normal. Kondisi ini khas sekali terjadi di Indonesia dalam sekian puluh tahun. Ketika berhadapan dengan krisis perang dingin dan ketidakmampuan elit …

Arief Budiman Memorial Collection

Sebagai anak kampung dari pedalaman dan pegunungan Pulau Timor yang kemudian menjadi mahasiswa Fakultas Teknik di Unwira Kupang dulu, kami tidak paham siapa Arief Budiman hingga suatu muncul Opininya di Kompas di tahun 1998 dengan Judul "Selamat, anda di terima jadi profesor". Saat itulah awal mengenal Arief Budiman. Setelah membaca Catatan Seorang Demonstran (Lihat Bagaimana …

Permainan Perang Kota Para Elit

Oleh: Dominggus Elcid Li* Entah apa yang ada di benak anda ketika membaca berita dari jauh atau bahkan mengalami langsung situasi ibukota dalam beberapa hari terakhir, sebagai target eskalasi politik elit dalam beberapa bulan terakhir dari proses pemilihan presiden? Kejadian-kejadian ini nyaris tidak mungkin dimengerti tanpa mempunyai cerita dasar tentang pertikaian para tentara di era …

Para Aktivis dan Demokrasi 2019

Oleh: Dominggus Elcid Li Tulisan ini tidak membahas tentang Pilpres. Tulisan ini tentang kawan-kawan, para sahabat yang memilih berjuang untuk masuk dalam partai politik dan berusaha untuk terpilih dalam Pemilu 2019. Meskipun kadang saya merasa diteror dengan foto-foto para caleg yang dipasang di tiap pertigaan, perempatan dan bahkan di dapur, tetapi, konon kita perlu berusaha …

Bias kognitif pelaku korupsi dan operasi tangkap tangan KPK

Meresponi berbagai operasi tangkap tangan (OTT) termasuk ditangkapnya petinggi partai dan anggota DPR senayan hari ini, kembali masyarakat mempertanyakan soal mengapa tidak ada efek jera dari pihak koruptor dalam mengambil uang rakyat secara tidak halal. Respon bermacam-macam. Singkat saja. OTT KPK tetap perlu ada hemat saya. Riset psikologi terkini tentang bias kognitif memberi informasi yang …